Rabu, April 14, 2021

Perempuan dan Kebangkitan Ekonomi di Tengah Pandemi

Cantik Indonesia, Jakarta - Sebuah riset pada akhir 2020 mendapatkan fakta yang mengejutkan bahwa selama pandemi lebih banyak perusahaan-perusahaan besar di dunia memilih untuk...
More

    Latest Posts

    MAJU CABUP INDEPENDEN SIDOARJO BUTUH 90.843 DUKUNGAN

    BANGGASIDOARJO.COM | Calon perorangan yang berniat maju pilkada harus bekerja keras. Sebab, kandidat independen itu harus mengumpulkan 90 ribu surat dukungan.

    Syarat jumlah dukungan calon perorangan tersebut ditetapkan KPU Sidoarjo. Dalam rapat pleno, KPU memutuskan syarat serta kuota dukungan bagi calon independen. “Jumlah dukungan calon perorangan minimal 90. 843,” ucap Ketua KPU Sidoarjo M. Iskak.

    Penetapan jumlah dukungan calon independen itu berdasar rumusan dari KPU Pusat. Formulasinya, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terakhir, yaitu 1.397.570, dikalikan 6,5 persen. “Hasil rapat kami sampaikan ke masyarakat pada 25 November” paparnya.

    Syarat jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan pilkada sebelumnya. Pada 2015, jumlah dukungan calon independen masih 60 ribu. Artinya, naik 30 ribu.

    Menurut Iskak, rumusan dukungan calon independen pilkada 2020 berbeda. Pada 2015, formulasinya adalah total penduduk Sidoarjo dikalikan 3 persen. “Tahun depan jelas lebih banyak,” jelasnya.

    Mantan ketua PMII Sidoarjo itu menambahkan, 90.843 dukungan tersebut merupakan batas minimal. Calon perorangan boleh mengumpulkan lebih dari persyaratan. Bahkan harus berupaya lebih. Sebab, KPU akan menelaah semua surat dukungan.

    Jika petugas menemukan dukungan ganda, surat dukungan itu mau tidak mau dicoret. “Lebih baik lebih dari 90 ribu untuk mengantisipasi dukungan ganda,” ucapnya.

    Pengumpulan dukungan berjalan tiga bulan. Mulai 11 Desember hingga 5 Maret. Selanjutnya, KPU melakukan telaah. Pendaftar yang memenuhi persyaratan ditetap kan sebagai calon.

    Selain jumlah dukungan, KPU meminta calon independen segera memilih pasangan. Yaitu, posisi wakil bupati. “Pengajuan dukungan harus diikuti pasangan,” tuturnya.

    Dalam pilkada 2020, diperkirakan ada sejumlah calon independen yang berkontestasi. Salah satunya Imam Syafi’i. Ketua karang taruna itu memutuskan maju sebagai calon bupati perorangan.

    Saat ini Imam terus mengumpulkan dukungan. Dia turun ke desa-desa. Meski berat, dia tetap optimistis mampu mengumpulkan syarat dukungan 90.843. “Kami juga sudah membentuk relawan,” jelasnya.

    Calon independen lain, Agung Sudiyono, memilih mendaftar lewat partai. Yaitu, Gerindra. Me nurut Agung, tidak ada perbedaan mendaftar lewat perorangan atau partai. “Justru kuat. Karena dukungan bisa disatukan,” paparnya. (*)

    Latest Posts

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.