Sabtu, Oktober 16, 2021

Perempuan dan Kebangkitan Ekonomi di Tengah Pandemi

Cantik Indonesia, Jakarta - Sebuah riset pada akhir 2020 mendapatkan fakta yang mengejutkan bahwa selama pandemi lebih banyak perusahaan-perusahaan besar di dunia memilih untuk...
More

    Latest Posts

    SUNGAI SIDOARJO YANG DIPENUHI ECENG GONDOK SEPANJANG 3 KM

    BANGGASIDOARJO – Tanaman Eceng gondok  yang memenuhi sungai Karang Gayam di Dusun Karang Gayam Desa Pucang Anom, Kecamatan Kota Sidoarjo. Tanaman air tersebut memenuhi sungai sepanjang hampir tiga kilometer mengakibatkan sungai seperti tumbuhan tanpa ada airnya

    Dari pantauan detikcom di lokasi, eceng gondok tersebut terlihat mulai dari Desa Kutuk hingga ke Karang Gayam Pucang Anom. Warga khawatir keberadaan tanaman eceng gondok itu akan menjadi penyebab banjir, mengingat musim hujan akan datang karena banyaknya tanaman tersebut.

    “Daerah Dusun Karang Gayam ini memang menjadi langganan banjir. Ketika puncaknya musim penghujan akibat meluap air sungai,” kata Riyaman (57) warga Karang Gayam kepada detikcom di lokasi, Jum’at (25/10/2019).

    Riyaman mengatakan warga sekitar bantaran sungai berharap kepada instansi yang berwenang untuk segera melakukan pembersihan eceng gondok ini. Sebenarnya warga sekitar sudah berusaha membersihkan dengan cara manual. Namun kalah cepat dengan bertumbuhnya enceng gondok.

    Edy Muhaeni selaku Ketua RT 18, RW 4 Dusun Karang Gayam Kelurahan Pucang Anom mengatakan keberadaan eceng gondok ini sudah tiga bulan yang lalu. Selain dikhawatirkan menjadi penyebab banjir, eceng gondok ini juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

    Menurut Edy, eceng gondok ini sudah mengakar ke dasar sungai. Itu terbukti saat air naik dan berarus, tanaman tersebut tidak bergerak atau pindah lokasi. Pihaknya berharap agar sungai ini segera dilakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat.

    Edy menjelaskan asal usal eceng gondok ini pihaknya tidak mengetahui. Awalnya tidak banyak seperti ini. Tapi belakangan ini pertumbuhannya luar biasa yang akhirnya memenuhi sungai. Kami mengharapkan Dinas PUPR untuk segera melakukan normalisasi.

    “Ini harus segera dilakukan normalisasi, karena sebentar lagi sudah memasuki musim penghujan. Dikhawatirkan sungai ini menjadi dangkal dan airnya meluber ke rumah warga. Cara pembersihannya harus menggunakan alat berat,” tandas Edy

    sumber:Detik[dot]com

    Latest Posts

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.